Jumat, 12 Juni 2009

PENDEKATAN MIKRO, MEZZO DAN MAKRO DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT

PENDEKATAN MIKRO, MEZZO DAN MAKRO DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Secara Sederhana metode Perubahan Sosial Terencana (termasuk didalamnya Pengembangan Masyarakat) dapat diklasifikasikan berdasarkan level intervensinya

Level intervensi dibagi menjadi tiga:
1. Level Mikro (individu, keluarga dan kelompok kecil)
2. Level Mezzo/ Low Level Macro Intervention (organisasi, komunitas lokal)
3. Level Makro/ High Level Macro Intervention (masyarakat luas, pengembangan kebijakan sosial, perundang-undangan sosial)

Model klasifikasi (intervensi) yang lain:
1. Tingkat Individu, keluarga dan kelompok kecil
2. Tingkat Organisasi
3. Tingkat Komunitas Lokal
4. Tingkat Masyarakat Luas (regional, propinsi, nasional)
5. Tingkat Global

Tahap-tahap Casework (Intervensi Level Mikro):
1. Penyadaran akan adanya masalah
2. Penjalinan relasi lebih mendalam dengan caseworker
3. Motivasi
4. Konseptualisasi Masalah
5. Eksplorasi Strategi Mengatasi Masalah
6. Seleksi Strategi Mengatasi Masalah
7. Implementasi
8. Evaluasi

Model-model intervensi level keluarga
1. Model-Model Psikodinamik
2. Model-Model Eksperiensial
3. Model-Model Transgenerasional
4. Model Struktural
5. Model-Model Strategis
6. Model Milan
7. Model-Model Kognitif-Perilaku

Model Groupwork (untuk level kelompok kecil),memiliki tiga perspektif:
• Perspektif yang berorientasi pada penyembuhan (Remedial Orientation)
• Perspektif yang menjembatani antara perspektif remedial dan tujuan sosial (Reciprocal Orientation)
• Perspektif yang berorientasi pada tujuan sosial (Social goals Orientation)

Model Intervensi Level Komunitas:
Menurut Glen:
1. Community Development
2. Community Action
3. Community Service Approach

Menurut Rothman:
1. Locality Development
2. Social Action
3. Social Planning Policy

Menurut Popple:
1. CommunIty Care
2. Community Organization
3. Community Development
4. Social Community Planning
5. Community Education
6. Community Action

Strategi Intervesi:
1. Pendekatan Direktif (Instruktif)
2. Pendekatan Non Direktif (Partisipatif)

Tahapan intervensi Komunitas Lokal:
1. Tahap Persiapan (Engagement)
2. Tahap Pengkajian (Assessment)
3. Tahap Perencanaan Alternatif Program (Designing 1)
4. Tahap Penformulasian Rencana Aksi (Designing 2)
5. Tahap Pelaksanaan Program (Implementation)
6. Tahap Evaluasi (Evaluation)
7. Tahap Terminasi (Disengagement)

Peran Community Worker:
Peran-Peran Fasilitatif:
1. Animator Sosial
2. Mediator
3. Negosiator
4. Motivator
5. Membentuk Konsensus
6. Fasilitator Kelompok
7. Organisator
8. Memanfatkan Sumber Daya dan Ketrampilan

Peran-Peran Edukasional:
1. Membangkitkan Kesadaran Masyarakat
2. Menyampaikan Informasi
3. Mengkonfrontasikan
4. Pelatihan

6 komentar:

AHMADS mengatakan...

Trima Kasih Ya...
sangad membantu banget tuLisan 'y..
i Allah aLLAH mEMbaLas ..amin

Unknown mengatakan...

Terimakasih ilmu nya, sangat berguna sekali.

Dewa Pengetahuan mengatakan...

terimakasih materinya bapak

Unknown mengatakan...

Dari 3 strategi pemberdayaan mikro mezzo dan makro nanakah yang lebih tepat dalam pemberdayaan masyarakat.

Nurhayani mengatakan...

Ada yg tau indikator2 pendukung dalam intervensi mikro?

kaelahadcock mengatakan...

T-Shirt by Sontava - The Tithology
T-Shirt by Sontava titanium wedding band is a collaboration between the Tithology titanium studs and Sontava. The used ford edge titanium Tithology T-Shirt is a collaboration between the titanium bikes Tithology titanium easy flux 125 and Sontava.